Sabtu, 26 November 2011

PEMBINAAN KARAKTER BANGSA MELALUI PRAMUKA

PEMBINAAN KARAKTER BANGSA MELALUI PRAMUKA
KAB. SERANG – 21 November 2011, Sebanyak 383 siswa SMA se-Provinsi Banten mengikuti pembudayaan dan pemberdayaan nilai-nilai karakter bangsa. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam bentuk Kemah Pramuka Pendidikan Karakter SMA sebagai kegiatan penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan SMA tahun 2011. Mereka akan mengikuti kegiatan selama 3 hari sejak tanggal 20 hingga 22 November di Hotel Marbella Anyer.
Kegiatan yang mendapat dukungan Kwartir Daerah (Kwarda) Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten tersebut mendapat perhatian Wakil Gubernur Banten-HM.Masduki saat membuka Kemah Pramuka Pendidikan Karakter SMA di Hotel Marbella Anyer, Kab.Serang, Senin (21/11).
Wakil Gubernur Banten yang juga Ketua Kwarda Banten menyambut baik kegiatan tersebut. Dalam pesannya pembudayaan dan pemberdayaan nilai-nilai karakter bangsa harus digiatkan bersama.
“Pembudayaan dan pemberdayaan nilai-nilai karakter bangsa haruslah kita giatkan bersama tidak hanya dalam lingkup kepramukaan tetapi segenap lini komponen masyarakat, lingkungan sekolah, dan keluarga sebagai ujung tombak pendidikan karakter itu sendiri” ungkap Wakil Gubernur.
Melalui kegiatan ini Wakil Gubernur menekankan bahwa peserta didik dapat mengembangkan dan membangun kembali potensi kepramukaan. “Saya juga berharap setelah kegiatan kemah remaja berkarakter ini, para peserta dapat menjadi kader gerakan pramuka baik di sekolah maupun di masyarakat” imbau Wakil Gubernur.
Ketua Pelaksana pembudayaan dan pemberdayaan nilai-nilai karakter bangsa, Ino S.Rawita, dalam laporannya menyampaikan kegiatan Kemah Pramuka Pendidikan Karakter SMA Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Layanan Pendidikan SMA bertujuan untuk membangun dan mengembangkan potensi karakter peserta didik yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
“Secara substantif karakter yang ingin dikembangkan dan dibangkitkan serta dibangun kembali pada peserta didik khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah berkaitan dengan olah pikir, yaitu cerdas, kreatif, dan terbuka, dan olah hati yaitu sifat jujur, ikhlas, religius, dan adil serta aspek kinestetis yaitu gigih, kerja keras, disiplin, bersih dan bertanggungjawab dan olah rasa/karsa yaitu sifat peduli, demokratis, gotong royong dan penolong” ungkap Ino. (Sumber Berita: http://www.humasprotokol.bantenprov.go.id

Senin, 04 Juli 2011

arti sebuah keberadaan

salam pramuka smua,,,hai disini w sbg moderator di pramuka spultz...w pengen bicara kpd anggota pramuka khususnya yg msih aktif,,bahwa kebanggaan sbg seorang pramuka patut di ancungi jempol,,,kalian adalah orang yang terpilih dari seribu orang di luar sana yg memilih ekskul lain,,kalian tahu,,bahwa pramuka lebih dari sekedar yang kalian bayangkan,,bahwa pramuka itu luas cakupan nya,,seorang pramuka adalah orang yang berani berbicara di depan public, ga takut di ejek,,tapi berani mengambil keputusan berdasarkan insting seorang pramuka,,keberadaan kalian adalah sesuatu yg patut di tunggu,,kalian adalah pemimpin dari seluruh eksul sejatinya,,,bahwa pramuka merupakan komponen umum dari komponen khusus yaitu eksul yang ada di skolah,,pengalaman saya bahwa umumnya ank pramuka itu sebenarnya memiliki mental yang kuat dan tangguh,,ga pernah menyerah thdap keadaan,,dan saya harapkan bahwa kalian yang aktif jangan pernah berhenti melangkah,,teruslah semangat dan nyatakan eksistensi kalian di sekolah,,bahwa kalian di akui keberadaanya,,bukan hanya itu,,tapi kalian di btuhkan dan patut di perhitungkan keberadaanya,,sekian dari saya,,semoga yg membacanya mendapat semangat baru,,salam pramuka...

Jumat, 10 Juni 2011

Membangun sebuah Jambore

27/07/07 - JI 01
© WSB / Jesus Inostroza / July 2007

Perencanaan Jambore telah berlangsung selama beberapa tahun, kebanyakan di depan komputer, melalui pertemuan e-mail dan akhir pekan. Namun dalam seminggu dari sekarang Pramuka dari seluruh dunia akan mulai membangun salah satu kota terbesar di Swedia selatan.

"Pada tanggal 15 Juni kita mulai membangun. Akan ada pengrajin, listrik, supir truk, tukang pipa, dan banyak lagi. Kita perlu banyak orang untuk membantu kami, "kata Lars Carlsson yang bertanggung jawab untuk mengatur build-up.

Di antara tenda-tenda besar di situs adalah ruang makan IST yang akan menjadi tuan rumah 4 000 Pramuka duduk pada satu waktu. Dengan sekitar 10 000 porsi untuk makan, tiga kali sehari, itu memerlukan perhatian khusus. Dimana dan bagaimana akan listrik dipasang? Apa yang akan diperlukan untuk menjaga makanan hangat? Apa drainase yang dibutuhkan? Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan. Sebagai contoh, ada sebuah lindung nilai batu berjalan melalui tenda yang tidak dapat dipindahkan.

Banyak infrastruktur sudah di tempat. Bahkan, orang telah bekerja di perkemahan sejak tahun 2007 untuk mempersiapkan Jambore. Video ini direkam selama Jambore nasional Swedia pada tahun 2007 dan menyoroti beberapa pekerjaan yang terjadi di belakang layar.