Jumat, 10 Juni 2011

Membangun sebuah Jambore

27/07/07 - JI 01
© WSB / Jesus Inostroza / July 2007

Perencanaan Jambore telah berlangsung selama beberapa tahun, kebanyakan di depan komputer, melalui pertemuan e-mail dan akhir pekan. Namun dalam seminggu dari sekarang Pramuka dari seluruh dunia akan mulai membangun salah satu kota terbesar di Swedia selatan.

"Pada tanggal 15 Juni kita mulai membangun. Akan ada pengrajin, listrik, supir truk, tukang pipa, dan banyak lagi. Kita perlu banyak orang untuk membantu kami, "kata Lars Carlsson yang bertanggung jawab untuk mengatur build-up.

Di antara tenda-tenda besar di situs adalah ruang makan IST yang akan menjadi tuan rumah 4 000 Pramuka duduk pada satu waktu. Dengan sekitar 10 000 porsi untuk makan, tiga kali sehari, itu memerlukan perhatian khusus. Dimana dan bagaimana akan listrik dipasang? Apa yang akan diperlukan untuk menjaga makanan hangat? Apa drainase yang dibutuhkan? Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan. Sebagai contoh, ada sebuah lindung nilai batu berjalan melalui tenda yang tidak dapat dipindahkan.

Banyak infrastruktur sudah di tempat. Bahkan, orang telah bekerja di perkemahan sejak tahun 2007 untuk mempersiapkan Jambore. Video ini direkam selama Jambore nasional Swedia pada tahun 2007 dan menyoroti beberapa pekerjaan yang terjadi di belakang layar.

Minggu, 05 Juni 2011

Kegiatan Internasional Bantuan Untuk Jepang

12 Mei 2011
WOSM
Sangat memilukan dan serasa tak berdaya saat kita menyaksikan tsunami menyapu bersih desa-desa sebelah timur laut Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 yang lalu. Saat ini, ketidak-berdayaan itu berubah menjadi harapan. Sebuah pesan dari Kumisada Kume International Commissioner dari Organisasi Kepramukaan Jepang menyatakan rasa terima kasihnya baik kepada sejumlah Organiasi Kepramukaan ataupun perseorangan atas rasa simpati dan keinginannya untuk membantu.
Pada pertemuan para pemimpin Kepramukaan Tingkat Regional di Bangladesh, dilaksanakan doa bersama bagi korban tsunami, termasuk doa untuk anggota APR Adult Support Sub-Committee, Takashashi Yusuru dan istrinya, yang tidak dapat menghindar dari  tragedi tersebut.
Mr. Kume  membenarkan adanya korban hilang dari beberapa anggota dan Pembina  Pramuka Jepang di Miyagi Scout Council dan evakuasi para korban ketempat tempat penampungan sementara. Kantor pusat kepramukaan Jepang yang berada di  daerah bencana semua rusak, meskipun demikian, para anggotanya berusaha untuk menolong korban lainnya. Di banyak daerah di Jepang, para Pramuka dan Pembinanya  mulai berkampanye untuk mengumpulkan dana bagi para korban bencana. Kantor Kepramukaan APR telah menyumbangkan sejumlah uang yang diambil dari APR Disaster Fund, Brunei Darussalam merupakan salah satu negara pertama yang memberikan  sumbangan.
Berkenaan dengan masalah nuklir di Jepang, Mr. Kume menerangkan bahwa bukan saat yang tepat untuk menerima para sukarelawan dari luar Jepang. Malahan, sumbangan yang diperoleh akan diperuntukkan bagi mereka yang ingin mendukung pemulihan,  untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Organisasi Kepramukaan Jepang. Laporan keuangan dan semua bantuan yang diterima akan dimuat di website SAJ.  Redaksi KN

Sesjen Kwarnas, Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc (PH): Pimpinan Kwartir Perlu Ambil Langkah Konkrit Untuk Publikasi Lomba Karya Tulis dan Foto

3 Mei 2011
Logo Peringatan 50 Tahun Gerakan Pramuka
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr. Joedyaningsih SW, M.Sc. (PH) mengharapkan kepada Kakak-kakak pimpinan kwartir baik kwartir daerah maupun kwartir cabang Gerakan Pramuka seluruh Indonesia untuk lebih aktif mempublikasikan pelaksanaan Lomba Karya Tulis dan Foto tentang kepramukaan 2011. Program Kwartir Nasional Tahun 2011 ini perlu mendapat dukungan penuh oleh seluruh pengurus di jajaran kwartir termasuk para Pelatih dan Pembina Pramuka di lapangan, sehingga informasi ini sampai hingga ke seluruh anggota Gerakan Pramuka.
“Peran pengurus disemua jajaran kwartir sangat menentukan tingkat keberhasilan dari pelaksanaan lomba ini. Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah yang konkrit sehingga pelaksanaan lomba ini dapat diketahui oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat”, ujar Kak Joedy, demikian sapaan akrabnya.
Melalui surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor: 0282-00-G tertanggal 1 April 2011 tentang Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto Kepramukaan dijelaskan bahwa Lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum Tahun 2011 ini pelaksanaannya dikaitkan dengan penyelenggaraan peringatan Tahun Emas “50 Tahun Gerakan Pramuka” pada bulan Agustus 2011 dengan tema “Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”.
Menurut Kak Joedy, peserta lomba ini tidak hanya untuk wartawan, masyarakat umumpun boleh ikut menjadi peserta termasuk seluruh anggota Gerakan Pramuka baik golongan pesertadidik maupun orang dewasa. Ketentuan umum dan ketentuan khusus lomba karya tulis dan lomba foto tentang kepramukaan bagi wartawan dan umum, dapat dilihat dengan cara membuka website Kwartir Nasional www.pramuka.or.id
Sedangkan karya tulis yang akan dinilai adalah karya tulis yang telah dimuat pada surat kabar, baik media cetak maupun media online  dan khusus karya foto tidak perlu, yang penting kedua karya tersebut (karya tulis dan foto) produk kurun waktu 22 Februari s.d 10 Juli 2011. Karya lomba itu dapat dikirim kepada panitia pelaksana, Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka, Jl. Medan Merdeka Timur 6, Jakarta Pusat 10110 paling lambat tanggal 15 Juli 2011.
Semua karya yang masuk menjadi milik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, namun hak cipta tetap pada pembuat karya. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiahnya akan dilaksanakan pada  acara Upacara Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2011 di Jakarta.
Hadiah Lomba Karya Tulis untuk juara I dengan hadiah Rp 7.500.000,-, juara II dengan hadiah Rp 5.000.000,-, dan juara III dengan hadiah Rp 3.000.000,-. Sedangkan Hadiah Lomba Foto untuk juara I dengan hadiah Rp 5.000.000,- juara II dengan hadiah Rp 3.000.000,- dan juara III dengan hadiah Rp 2.000.000,-.   Redaksi KN

Kegiatan Nasional Menarik dan Seru, Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”


Ketua DKN, Syarifah Alawiyah dengan sejumlah pemain "Lima Elang", berfoto bersama sambil menunggu syuting
Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.
“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.
Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.
Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.
Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN,  Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah